KATA PENGANTAR
Alhamdulillah puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah memberikan nikmat iman dan nikmat Islam kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tulisan ini. Sholawat serta salam senantiasa tetap tercurah kepada Nabi Agung Muhammad SAW, keluarganya, sahabatnya dan umatnya yang setia sampai akhir zaman.
Pada kesempatan ini penulis ingin berbagi pengetahuan dengan rekan-rekan semua tentang Pengembangan Muatan Lokal. menurut pendapat saya, pengembangan Muatan Lokal ini sangat penting sekali untuk meningkatkan mutu pendidikan di negara kita karena negara Indonesia merupakan negara yang memiliki berbagai macam suku bangsa dengan adat istiadat yang berbeda-beda. hal tersebut mndorong penulis untuk lebih mengkaji segala aspek yang dapat meningkatkan mutu dari muatan lokal itu sendiri.
Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sangat mendukung dalam penulisan makalah ini, yang tentu saja sangat banyak kekurangannya karena keterbatasan ilmu yang penulis miliki. semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi para pembaca dan pecinta bangsa juga bagi penulis khususnya. amin.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
BAB II PEMBAHASAN
BAB III PENUTUP
Daftar Pustaka
BAB I PENDAHULUAN
Kebijakan pemerintah tiap periode berbeda-beda seperti halnya kebijakan tentang pengembangan muatan lokal. UU No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan Otonomi Daerah dan wawasan demokrasi dalam penyelenggaraan pendidikan. Hal ini berpengaruh pada sistem pendidikan nasional dari sentralisasi ke desentralisasi. Desentralisasi penyelenggaraan pendidikan ini terwujud dalam UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Salah satu substansi yang didesentralisasi adalah kurikulum, dimana kurikulum tingkat satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar dan menengah dikembangkan oleh madrasah dan komite madrasah berpedoman pada standar kompetensi lulusan dan standar isi serta panduan penyusunan kurikulum yang dibuat oleh BSNP. Untuk itu, madrasah dan komite madrasah harus mempersiapkannya, karena sebagian besar kebijakan yang berkaitan dengan implementasi Standar Nasional Pendidikan dilaksanakan oleh madrasah dan komite madrasah. Berdasarkan pernyataan di atas, madrasah dan komite madrasah memiliki kewenangan yang luas untuk mengembangkan dan menyelenggarakan pendidikan sesuai dengan kondisi peserta didik, keadaan madrasah, potensi dan kebutuhan daerah.
Berkenaan dengan itu, Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya (adat istiadat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri khas yang memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu keanekaragaman tersebut harus selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan. Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, dan budaya kepada peserta didik memungkinkan mereka untuk lebih mengakrabkan dengan lingkungannya. Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.
Kebijakan yang berkaitan dengan dimasukkannya program muatan lokal dalam Standar Isi dilandasi kenyataan bahwa di Indonesia terdapat beraneka ragam kebudayaan. Madrasah tempat program pendidikan dilaksanakan merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, program pendidikan di madrasah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekhususan yang ada di lingkungannya. Standar Isi yang seluruhnya disusun secara terpusat tidak mungkin dapat mencakup muatan lokal tersebut. Muatan Lokal adalah merupakan kegiatan kurikuler yang berupa mata pelajaran untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi program muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional
Berkenaan dengan itu, Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa yang memiliki keanekaragaman budaya (adat istiadat, tata cara, bahasa, kesenian, kerajinan, keterampilan daerah, dll) merupakan ciri khas yang memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Oleh karena itu keanekaragaman tersebut harus selalu dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahankan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia melalui upaya pendidikan. Pengenalan keadaan lingkungan, sosial, dan budaya kepada peserta didik memungkinkan mereka untuk lebih mengakrabkan dengan lingkungannya. Pengenalan dan pengembangan lingkungan melalui pendidikan diarahkan untuk menunjang peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan pada akhirnya diarahkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik.
Kebijakan yang berkaitan dengan dimasukkannya program muatan lokal dalam Standar Isi dilandasi kenyataan bahwa di Indonesia terdapat beraneka ragam kebudayaan. Madrasah tempat program pendidikan dilaksanakan merupakan bagian dari masyarakat. Oleh karena itu, program pendidikan di madrasah perlu memberikan wawasan yang luas pada peserta didik tentang kekhususan yang ada di lingkungannya. Standar Isi yang seluruhnya disusun secara terpusat tidak mungkin dapat mencakup muatan lokal tersebut. Muatan Lokal adalah merupakan kegiatan kurikuler yang berupa mata pelajaran untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas, potensi daerah, dan prospek pengembangan daerah termasuk keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan ke dalam mata pelajaran yang ada. Substansi program muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan.
Muatan lokal merupakan bagian dari struktur dan muatan kurikulum yang terdapat pada Standar Isi dalam kurikulum tingkat satuan pendidikan. Keberadaan mata pelajaran muatan lokal merupakan bentuk penyelenggaraan pendidikan yang tidak terpusat, sebagai upaya agar penyelenggaraan pendidikan masing-masing daerah lebih meningkat relevansinya terhadap keadaan dan kebutuhan daerah yang bersangkutan. Hal ini sejalan dengan upaya peningkatan mutu pendidikan nasional sehingga keberadaan kurikulum muatan lokal mendukung dan melengkapi kurikulum nasional
BAB II PEMBAHASAN
1. Pengertian Muatan Lokal
Muatan lokal adalah sebuah pengembangan kurikulum yang isi materinya berupa materi yang berdasar pada kebutuhan masyarakat sekitar lembaga pendidikan. Tujuannya adalah untuk mengembangkan potensial siswa atau peserta didik agar dapat terampil serta mampu memahami kondisional yang ada dilingkungannya. Pengembangan serta penerapan muatan lokal dilembaga sepenuhnya diatur oleh lembaga masing- masing, dengan memanfaatkan otonomi pendidikan yang diwujudkan melalui sistem MBS (manajemen berbasis sekolah).
Dalam MBS sekolah diberikan wewenang sepenuhnya dalam pengelolahan manajerial lembaganya, khususnya dalam bidang pengembangan kurikulum yang di dalamnya memuat muatan lokal. Dalam menentukan arah dan sasaran muatan lokal, sekolah harus melihat kondisi serta kebutuhan masyarakat sekitarnya, selanjutnya menentukan bahan materi serta pengalokasian waktu yang berdiri sendiri atau terjadwal sebagaimana materi pelajaran lain. Hal ini dikarenakan muatan lokal dalam pelaksanaannya termasuk kegiatan kurikuler untuk mengembangkan potensi yang sesuai dengan keadaan dan kebutuhan daerah.
2. Ruang Lingkup
- Lingkup kondisi dan kebutuhan daerah, kondisi daerah berkaitan dengan lingkungan alam, lingkungan sosial ekonomi dan lingkungan sosial budaya yang selalu berkembang. kebutuhan daerah segala sesuatu yang dibutuhkan oleh masyarakat khususnya kelangsungan hidup dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang disesuaikan dengan arah pengembangan dan potensi yang ada di daerah.
- Lingkup isi / jenis muatan lokal, dapat berupa bahasa asing, kesenian, keterampilan dan kerajinan, adat istiadat dan pengetahuan tentang berbagai ciri khas daerah.
3. Implementasi
BAB III PENUTUP
Dalam pengembanga Muatan Lokal dapat disimpulkan bahwa :
- Latar belakang dari pengembangan mulok adalah : Otonomi Daerah, Desentralisasi, Multikultural dan kurikulum pendidikan.
- Ruang Lingkupnya yaitu kondisi daerah dan kebutuhan serta lingkup isi/jenis mulok itu sendiri.
- Implementasi seluruh sekolah melaksanakan aspek-aspek proses kegiatan belajar mengajar dengan baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar